Cari Ileran

Jumat, 20 Januari 2017

Ngiler Chef Cuisine, Makanan Siap Makan dari Indofood

Makanan siap makan… hmm, dilema bener. Banyak yang bilang, makanan siap makan, alias Meal Ready to Eat (MRE) itu gak baik buat kesehatan. Tapi kepraktisannya itu luar biasa. Tinggal ngangetin, tuang, bisa langsung am. Gapake ribet. Petualangan gw dengan MRE dimulai saat gw masih kecil, gw masih inget ada produk “nasi goreng instan”. Gw coba sekali waktu itu. Rasanya bleh. Gak lama, produk itu ditarik dari pasaran dan tidak kedengeran lagi kabarnya.

Gw gak mendengar lagi ada produk MRE lain selain kornet atau ikan kalengan yang cukup sukses di pasar Indonesia. Bahkan gw sebenernya ragu apakah kornet atau ikan kalengan itu bisa disebut “siap makan”. Ini karena kadang gw merasa perlu menambahkan bumbu bumbu tambahan, atau bahkan bahan tambahan di makanan itu.

Fast Forward ke 2017, Indofood ngeluarin Makanan Siap Makan yang memiliki resep Indonesia.

20073181_1

Namanya Chef Cuisine.

Rasanya Masakannya ada empat macem, Kari, Rendang, Semur dan Opor. Sementara ini baru gw lihat ada di Indomaret aja. Dan dengan diskon 50% sebagai harga perkenalan, gw beli yang Kari, Semur dan Opor. Yang Rendang nggak ada. Kata mbak mbak Indomaret-nya, nggak pernah disupplai sejak pertama kali itu produk dateng.

Saat gw beli ini, harganya masih 9.900 flat rate untuk semua masakan.

Is it enough?

Gw udah cerita soal nasi goreng instan kan? Bukan bumbu nasi goreng instan lho. Ini bener bener nasi, yang sudah dikeringin, lalu cara penyajiannya tinggal ditambahin air panas, diemin beberapa menit, taburin bumbu, makan. Dan saat itu yang gw rasain adalah rasa senyawa kimia yang digunakan untuk mengawetkan itu nasi. Kerasa bener obat-nya.

Jadilah setiap gw makan produk instan, gw selalu menilai, apakah rasanya “natural enough”? Karena MRE pasti punya pengawet, gak mungkin gak.

Gw beli Chef Cuisine Indofood ini di Indomaret deket rumah. Sampe rumah, gw panasin air, dan setelah mendidih gw celupin si Chef Cuisine ini sesuai petunjuknya selama kurang lebih 3 menit. Lebih sih pastinya. Gw angkat, gunting dan buka kemasannya.

index

Kiri atas adalah Opor Ayam, kiri bawah adalah Kari Ayam, dan Kanan adalah Semur Daging.

Sebelumnya gw udah ngukur si wadah yang akan gw jadikan tempat. Wadah sebelah kiri 250ml dan sebelah kanan 400ml. Melihat wadah sebelah kiri terpenuhi rata, maka gw ambil kesimpulan, si Chef Cuisine ini satu pouch-nya memiliki volume sekitar 250ml. Dengan kepadatan sekitar setengahnya, sisanya kuah.

Porsi daging dan sayurnya, seperti yang tertulis dalam kemasan, adalah sekitar 18 hingga 22% dari volume. Dan ini bisa dibilang cukup banyak. Apalagi kalo dibandingin sama Indomie Real Meat. Tapi sekali lagi, Chef Cuisine punya harga normal Rp.20.000.

Semua masakan Chef Cuisine yang gw beli, dicampur dengan kentang sebagai sayuran. Gw gak tau apakah yang rendang juga ada Kacang Merah seperti di Real Meat, atau kentang, atau full 100% daging.

Bagaimana dengan rasanya?

Gw menduga kuat, bumbu yang dipakai adalah bumbu generik Indofood. You know, bumbu instan yang juga mereka produksi. Hence this product bisa dibilang merupakan “representasi” bagaimana rasa Bumbu Instan yang mereka jual sebelumnya, jika diaplikasikan ke dalam makanan yang sebenernya.

Jika kamu sudah pernah make Bumbu Instan Indofood untuk masakanmu, berarti kamu sudah tau rasanya.

Untuk Opor Ayam, menurut gw rasanya hambar, rempah dan segala rasa yang biasa ada di Opor Ayam terasa datar dan sangat biasa saja. Yang terasa disini cuma rasa dari santan-nya saja. Jika dimakan dengan nasi, bumbunya semakin tidak terasa. Sedangkan menurut temen gw, rasanya “cukup”, tapi dia juga mengakui, jika ditambah nasi, rasanya menjadi kurang.

Untuk Kari Ayam, kita berdua setuju, rasanya cukup seimbang. baik dengan atau tanpa nasi. Walau demikian masih kalah dengan Kari Ayam yang bisa didapatkan di restoran Padang atau Minang. Dapat diterima lah, namanya juga makanan instan.

Untuk Semur Daging Sapi, kita berdua juga setuju, rasanya terlalu manis. Padahal warna masakannya sendiri nggak terlalu gelap. Yang artinya, penambahan kecap di masakan ini nggak terlalu banyak. Diduga rasa manis ini datang dari gula atau gula merah. Rasa manis ini bisa diseimbangkan dengan nasi. Jadi tidak terlalu mengganggu.

Kesimpulan?

C1eAN1lUAAQl_Ck

Dengan harga Rp.9.900 (alias Sepuluh Ribu saja) Chef Cuisine ini bisa dibilang cukup masuk di akal dan cukup masuk di kantong. Nggak bikin dompet jadi dedel. Jadi sebaiknya, mumpung harganya masih diskon, paket MRE Chef Cuisine ini layak untuk dicoba.

Tapi, dengan harga normalnya yang dari Rp.20.000 hingga Rp.23.000, Chef Cuisine ini dikhususkan buat kamu yang ilernya udah gak bisa ketampung doang atau saat warung padang dan tegal sudah tutup semua di malam hari. Kamu lebih baik makan di Warteg atau Padang, daripada beli se-pouch masakan seharga 20rb. Dijamin lebih kenyang. Ini karena harganya menjadi tidak bersahabat lagi.

4 komentar:

  1. Kalau yang rendang ada kentangnya, bulet kecil sekitar 4 buah lainnya daging. GA ada kacang merahnya. Rasanya lumayan lah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, sekitar 2 hari yang lalu sudah coba.

      Hapus
  2. Kentangnya potong dadu sebanyak 4 bh, kentang kcl 2 bh. Kentang lebih domainan... hehe wajar si 10rb gt loh

    BalasHapus